Rusia Mulai Menarik Kembali Sebagian Pasukannya dari Suriah
BERITA UMUM Tak Berkategori

Rusia Mulai Menarik Kembali Sebagian Pasukannya dari Suriah

Rusia Mulai Menarik Kembali Sebagian Pasukannya dari Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penarikan sejumlah pasukan dari Suriah setelah melakukan negosiasi gencatan senjata dengan Iran dan Turki. Gencatan senjata tersebut membawa kesempatan untuk mengakhiri konflik bersenjata di Suriah yang akan memasuki tahun keenam.

Angkatan Laut (AL) Rusia bersiap memulangkan Kapal Induk Admiral Kuznetsov dan armadanya yang tengah berada di Laut Mediterranea. Atau Laut Tengah ke Pangkalan Laut Severomorsk Murmansk. Rencana pemulangan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov. “Sesuai dengan keputusan Panglima Militer Tertinggi Vladimir Putin, Kementerian Pertahanan Rusia mulai mengurangi kehadiran angkatan bersenjata di Suriah. Kapal Induk Admiral Kuznetsov adalah pihak pertama yang akan meninggalkan Suriah,” ucap Gerasimov, seperti dimuat TASS, Sabtu (7/1/2017).

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf di kapal induk yang sudah berhasil melaksanakan tugasnya. Saya memerintahkan pejabat senior dari misi Suriah. Laksamana Madya Viktor Sokolov untuk mulai merelokasi pasukan dan kembali ke Pangkalan Laut Severomorsk mulai hari ini. (Jumat 6 Januari 2017) sesuai rencana,” tukasnya. Dia menambahkan bahwa kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk. Admiral Kuznetsov akan menjadi yang pertama yang akan meninggalkan zona konflik.

Komandan pasukan Rusia di Suriah, Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov. Mengatakan seluruh tugas yang dibebankan kepada staf Kapal Induk Admiral Kuznetsov telah selesai. Mereka kini siap untuk menjalani misi lainnya. Kepala Staf Gabungan militer Suriah Letnan Jenderal Ali Abdullah Ayyoub menghaturkan rasa terima kasih atas bantuan Rusia dalam menangani konflik di negaranya.

“Bantuan yang ditawarkan Angkatan Udara Rusia sangat krusial bagi kemenangan kami yang mana memuluskan jalan bagi gencatan senjata dan menciptakan kondisi untuk memulai penyelesaian krisis Suriah secara politik.” ucap Jenderal Ali Abdullah Ayyoub.

Presiden Rusia Putin memerintahkan untuk mengurangi pasukannya di Suriah pada 29 Desember. Saat ia mengumumkan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan pejuang oposisi. Sebenarnya Putin telah mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia Maret 2016. MIliter Rusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.