prabowo dan sby
BERITA BERITA UMUM Info Terbaru

Prabowo dan SBY Bertemu di Cikeas

Prabowo dan SBY Bertemu di Kediaman Mantan Presiden Ini di Cikeas

Prabowo dan SBY – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di kediaman Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Prabowo tiba di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada pukul 20.23 WIB Kamis (27/07/2017). Prabowo disambut langsung oleh sejumlah politikus partai Demokrat. Ia mengenakan batik dan akan bertemu SBY untuk membahas sejumlah hal penting yang berkaitan dengan kondisi politik saat ini.

Prabowo disambut istimewa, SBY menata sedemikian rupa pendopo samping rumahnya. Terlihat sebuah meja dan enam bangku kayu di pendopo tersebut. Pada sisi lain pendopo, sudah ada gerobak nasi goreng khas Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, pertemuan ini untuk membahas kondisi politik saat ini.

Sekjen Partai Demokrat Ahmad Muzani sebelumnya mengatakan, pertemuan ini untum membahas agenda penting, yakni membahas tentang Pilpres 2019.

“Tentu saja kemudian dikaitkan dengan banyak agenda politik yang sekarang sudah mulai hangat di 2019,” ujar Muzani di Gedung DPR.

Sementara, Kedua Divisi Komunikasi Demokrat Imelda Sari mengucapkan, pertemuan tersebut merupakan permintaan dari Prabowo Subianto.

“Pertemuan ini sebagai respons positif dari Ketum Demokrat SBY atas permintaan Ketum Gerindra Prabowo untuk bertemu, usai ketok palu UU Pemilu pada sidang paripurna DPR minggu lalu,” jelas Imelda Sari.

Prabowo dan SBY dan sejumlah petinggi dari dua partai sepakat untuk membangun gerakan moral untuk mengawal kepentingan rakyat.

Baca Juga : Beras Oplosan di Bekasi, Siapa Dalangnya?

“Kami memikirkan gerakan moral dilakukan. Gerakan moral ini diperlukan manakala perasaan dan kepentingan rakyat dicederai,” ujar SBY di Cikeas.

Menurutnya, bila pemerintah tidak lagi mendengar rakyat, maka pihaknya dan Gerindra wajib mengingatkan dan mengoreksi.

“Kami mengetahui, ikut merasakan, rakyat di seluruh Tanah Air perasaannya, kepentingannya, aspirasinya tidak lagi di dengar oleh penyelenggara negara, oleh pemerintah dan pemimpin wajib hukumnya kita mengingatkan. Kita memberikan koreksi. Gerakan seperti ini jga secara moral dibenarkan,” lanjut SBY.

Koreksi yang dimaksudkannya berkaitan dengna UU Pemilu yang baru saja disahkan DPR. Meski Demokrat dan Gerindra akan melakukan koreksi, hal itu akan dilakukan lewat jalur yang tepat yaitu demokrasi.

“Apa yang kami lakukan baik bersama atau Gerindra dan Demokrat sendiri. Kami akan melakukan segala aktivitas dan gerakan beradab, yang bertumpu pada nilai demokrasi. Percayalah tidak akan pernah merusak negara. Sebab kalau tidak kami lakukan dengan proper, beradab, tidak demokrasi apalagi merusak negara, justru gerakan kami lah yang secara politik dan moral tidak baik,” tutup SBY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *