Info Terbaru

Setiap ejakulasi pria menghasilkan jumlah sperma yang berbeda-beda. Katanya, semakin banyak jumlah sperma dapat membantu seseorang cepat memiliki keturunan. Masalahnya, penurunan jumlah sperma berbanding lurus dengan peluang untuk membuat pasangan mencapai kehamilan.

Bila memang pembuahan tak kunjung terjadi, mungkin jumlah sperma yang kamu hasilkan mengalami penurunan.

Ilustrasi jumlah sperma sedikit

Berikut hal yang membuat penurunan tersebut

1. Berendam di air panas

Peneliti di University of California menemukan bukti bahwa testis yang terkena suhu terlalu panas bisa berakibat buruk pada produksi sperma. Testis yang terendam di air yang terlalu panas bisa terganggu kerjanya dalam memproduksi sperma.

2. Merokok

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive Health menunjukkan bahwa kuantitas merokok pada pria memengaruhi produksi jumlah sperma. Semakin sering kebiasaan ini dilakukan maka akan semakin sedikit pula jumlah sperma yang dihasilkan.

3. Menyimpan ponsel di saku celana

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Reproductive BioMedicine menyatakan bahwa menyimpan ponsel di saku celana bisa menurunkan produksi sperma.

Peningkatan suhu dan aktivitas elektromagnetik pada handphone bisa menyebabkan penurunan jumlah sperma, tingkat motilitas (gerakan sperma), dan bentuk sperma yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menaruh ponsel di tas.

4. Kurang tidur

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Fertility & Sterility menemukan bukti bahwa pria yang tidur kurang dari enam jam semalam memiliki sperma yang berpeluang 31 persen lebih rendah untuk membuahi sel telur dibandingkan dengan mereka yang memiliki cukup tidur yakni sekitar 7 sampai 8 jam per malam.

5. Demam

Elaine de Quadros, DHSc, seorang pengawas laboratorium andrologi dan laboratorium bersertifikat di The Fertility & Pusat IVF Miami menyatakan bahwa mengalami demam tinggi bisa menyebabkan terjadinya gangguan produksi sperma sementara pada seorang pria.

Saat demam, seluruh tubuh pria menjadi panas, termasuk testis. Membutuhkan waktu selama 72 hari dari sperma mulai kembali diproduksi dan akan dikeluarkan melalui ejakulasi.

6. Alkohol dan kafein

Setiap minuman beralkohol dapat menurunkan kadar testosteron yang bisa menyebabkan penurunan kualitas dan jumlah sperma. Bukan hanya sperma yang akan terpengaruh, akan tetapi alkohol juga bisa membuat gairah seksual menurun dan menyebabkan impotensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *