Menanti Para PKL Kota Tua Ditata Oleh Anies-Sandi
Berita Nasional

Menanti Para PKL Kota Tua Ditata Oleh Anies-Sandi

Menanti Para PKL Kota Tua Ditata Oleh Anies-Sandi

MENANTI PARA PKL KOTA TUA DITATA OLEH ANIES-SANDI – Kota Tua icon bagi masyarakat indonesia sebagai peninggalan sejarah. Kita tau kesemrawutan sudah menjadi wajah sehari-hari Kota Tua di Jakarta Barat. Trotoar dan jalan diokupasi Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah bukan perkara mengangkut satu-dua gerobak lagi.

Pembiaran yang berlarut-larut membuat setiap sudut kawasan Kota Tua diduduki para PKL. Di Jalan Lada yang memiliki tujuh lajur misalnya, tiga dari tujuh lajur diokupasi PKL. Trotoar di kanan kiri juga sama sesaknya oleh gerobak PKL yang mana sebagai pejalan kaki yang punya hak tumpah ke jalan dan menghambat laju kendaraan.

Kemacetan lalu lintas pada akhirnya berimbas ke perjalanan bus TransJakarta. Setiap hari berkutat pada kemacetan di kawasan Kota Tua dikarenakan masalah penataan para PKL ini.

Salah satu pengunjung yang datang ke kawasan Kota Tua mengeluh kondisi itu. Ia mengatakan seharusnya pedagang ditertibkan karena sangat mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas orang dan kendaraan yang melaju.

Tak hanya pejalan kaki dan pengendara yang terkena dampak dari kesemrawutan PKL itu. Sesam pedagang pun merasa kesal dengan kegiatan liar tersebut.

Menanti Para PKL Kota Tua Ditata Oleh Anies-Sandi

Mereka merasa penjualan mereka sepi dikarenakan para pedagang liar tersebut memadati sehingga akses mereka ke pedagang yang berada di Lokbin Kota Intan tidak terjamah. Para pedagang mengeluh  akan kondisi tersebut dan menceritakannya ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang berkunjung beberapa waktu lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan kepada para pedagang di Lokbin Kota Intan bahwa yang diterapkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah penataan. Penataan bukan penertiban yang pasangan Anies-Sandi katakan kepada para pedagang tersbut.

Sandiaga Uno berkata “Kami mohon tentunya teman-teman para pedagang kecil untuk beri waktu kami. Karena di luar sana kami harus tata lebih dari 1.000. Di sini hanya 456, ssehingga nanti dicoba kami ciptakan solusi”.

Dalam penataan Kota Tua Sandiaga pernah menyatakan sesaat setelah dirinya dan Anies meluncurkan konsep penataan Tanah Abang. Namun keduanya tidak pernah mengungkapkan apakah Kota Tua akan dibuat seperti Tanah Abang yang jalannya ditutup sehingga PKL bebas berjualan.

 

Jangan lupa juga baca berita lain kami di indonesiaviva.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.