Kisah Backpacker Wanita yang Diculik oleh Anggota Geng Motor dan Berhasil Lolos.Backpacker wanita asal Inggris menceritakan kisahnya yang diculik oleh anggota geng motor bersenjata.
BERITA INFORMASI Tak Berkategori

Backpacker Wanita yang Diculik oleh Anggota Geng Motor dan Berhasil Lolos

Backpacker Wanita yang Diculik oleh Anggota Geng Motor dan Berhasil Lolos

Backpacker Wanita yang Diculik oleh Anggota Geng Motor dan Berhasil Lolos. Backpacker wanita asal Inggris menceritakan dia diculik oleh anggota geng motor bersenjata.

Dilansir The Sun,gadis itu disiksa,diperkosa dan dipukuli oleh pria itu bahkan mengancam akan mencungkil mata backpacker itu.

Elisha Greer berusia 24 tahun melakukan wisata ke Australia dan malangnya ia diculik oleh seorang pria dengan mobil.

Dalam mobil,Elisha melaju 1.000 mil melalui pedalaman Australia dengan pistol diacungkan ke kepalanya setelah diculik oleh Marcus Martin usia 23 tahun,seorang pecandu narkoba.

Pria itu menyerangnya berulang kali sehingga meninggalkan bekas luka di wajahnya dan memaksanya mengemudi dengan terus mengancam dengan ujung pisau.

Elisha mengatakan kepada The Daily Mail,”Dia menghancurkan hidung saya sehingga itu harus dibangun kembali di rumah sakit.Tulang rawan saya hancur,keluar dari sisi.”

“Dia mencoba mencungkil mataku.Dia menghancurkan kakiku sehingga aku sulit berjalan.”

Dia terlalu takut untuk meminta bantuan meskipun sekitar 100 orang melihat wajahnya babak belur.

Orang-orang sekitar melihatnya

Dia mencoba melakukan kontak mata dengan orang asing untuk mengisyaratkan kesedihannya tetapi tidak ada yang menyelamatkannya.

“Ketika dia memasukkan saya ke dalam mobil,saya mencoba melakukan kontak mata dengan siapapun dan hanya menatap ke luar jendela,jenis tatapan yang memaksa seseorang untuk bertanya ‘Apa yang anda lihat?'”

Orang-orang hanya memalingkan muka.

Pernah di toilet McDonald’s,seorang gadis kecil bertanya kepada ibunya,”Ada apa dengan wajah wanita itu?”

“Ibunya menyuruhnya diam dan bergegas pergi.Aku ingin tahu apakah dia akan membaca ini sekarang?”

Dalam suatu kesempatan,seorang polisi berbicara kepadanya mengenai tagihan bensin yang belum dibayar tetapi dia belum terlalu berani berbicara keadaan sebenarnya.

Elisha juga mencoba menulis catatan di buku tamu hotel untuk memperingatkan bahwa dia adalah tawanan dan hampir meminta bantuan.

Hanya saja dia membeku ketakutan ketika Martin terus memperhatikannya.

“Dia memanipulasi saya dengan membuat saya merasa saya tidak punya pilihan selain ikut dengannya.Mengapa saya melakukannya?Karena saya ingin hidup.”

Elisha menggambarkan dirinya sebagai “cukup tangguh” ini dianjurkan ibunya untuk pergi bepergian pada tahun 2015.

Dia pun bertemu dengan Martin di pesta Hari Australia di Cairns,Queensland Utara pada Januari 2017.

Menurut Elisha,Martin terlihat sangat normal,tidak terlihat seperti seorang psiko sama sekali.Kamu bertemu dengan semua jenis orang ketika kamu seorang backpaker,itu yang ada di pikiran Elisha.

Tetapi ternyata Martin adalah orang sadis yang terlibat dalam pengedar narkoba dan geng.

Saat berbicara dengan acara Channel 7 Sunday Night milik Oz,Elisha menceritakan bagaimana dia dibujuk oleh Martin sebelum dia tiba-tiba membentak.

Petualangannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Martin menjadikannya sebagai tawanan selama delapan minggu yang menakutkan.

Dia baru diselamatkan setelah petugas bensin melihat matanya yang hitam dan lehernya yang memar saat berhenti untuk membeli bahan bakar di kota terpencil pada bulan Maret 2017.

Bos stasiun pengisian bahan bakar mengikuti mereka lalu memberitahu polisi.

Setelah mendapat laporan,polisi mengejar Elisha dan menemukan Martin bersembunyi di kompartemen rahasia di belakang.

Sekarang Martin sedang menghadapi kehidupan di balik jeruji setelah mengakui pemerkosaan,penculikan,perusakan yang disengaja,dan pencekikan.

Seperti zombie

Elisha dari Liverpool menceritakan bagaimana Martin berubah menjadi sangat kejam ketika menggunakan met kristal (narkotika) setelah mereka memsan kamar di Colonial Club di Cairns.

“Dia mulai memukul saya,hanya memukul saja dan memukul saya dan memukul saya”lanjutnya.

“Dia juga menghancurkan seluruh ruangan,mendorong lemari dan membalikkan tempat tidur.”

Martin juga memaksa Elisha mengendarai Mitsubishi Pajero putihnya (milik Elisha) untuk berhenti di tempat-tempat terpencil sepanjang jalan untuk memperkosanya.

Dia dengan terpaksa mengendarai mobil dengan pistol ke kepalanya karena berpikir Martin akan membunuhnya.

Elisha mempertimbangkan untuk menyerang Martin,yang akan meminta maaf setelah memperkosanya dan menuduhnya bekerja untuk interpol.

Martin bahkan mengirim foto mereka bersama kepada orangtua Elisha dari ponselnya.

Menjadi korban bukan akhir segalanya

Elisha bersikeras bahwa menjadi korban bukan akhir dari segalanya dan setiap orang dapat melewati sesuatu.

Teman-teman backpacking Elisha mengatakan Martin yang mengaku sebagai anggota geng motor menjadi terobsesi setelah mereka terhubung.

Pria itu menghancurkan paspornya

Martin mengubah status Facebook-nya menjadi ‘menikah’seminggu kemudia dan merusak paspornya untuk menghentikannya terbanh pulang ke kelurga yang khawatir di Inggris.

Siksaan pun berakhir ketika bos pompa bensin,Beverly Page melihat Elisha saat dia berhenti untuk mengisi bahan bakar.

“Dia tertekan,gemetar,menangis dan itu”katanya.

“Air mata mengalir di wajahnya dan yang mengejutkanku adalah matanya yang hitam.Dia gugup dan gemetar juga seperti orang yang kesurupan.”

“Aku bertanya kepadanya apakah matanya yang hitam disebabkan oleh mantan pacarnya dan dia mengangguk.”

Beverly pun memberitahu polisi dan menarik Elisha ke halte.Dia membeku ketakutan di setir,kemudian mereka mengatakan yang sebenarnya.

Martin mengakui kesalahannya atas tiga dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan perampasan kebebasan di Pengadilan Distrik Cairns di Queensland Utara pada Oktober 2018.

Jaksa juga menjatuhkan 10 dakwaan lainnya yaitu delapan pemerkosaan,satu kekejaman serius terhadap hewan dan satu lagi penyiksaan.

Martin akan menjalani hukuman pada 28 Mei 2019.

Situs permainan uang asli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.