Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey,Hasil Visum Tak Ditemukan Luka Memar.Tujuh dari 12 pelajar sekolah menengah atas (SMA) akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kasus pengeroyokan AU.
BERITA Berita Indonesia BERITA INFORMASI BERITA UMUM Info Terbaru Tak Berkategori

Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey,Hasil Visum Tak Ditemukan Luka Memar

Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey,Hasil Visum Tak Ditemukan Luka Memar

Kasus Penganiayaan Terhadap Audrey,Hasil Visum Tak Ditemukan Luka Memar.Tujuh dari 12 pelajar sekolah menengah atas (SMA) akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kasus pengeroyokan AU.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pontianak pada hari Rabu (10/04/2019) malam,para tersangka mengungkap berbagai pengakuan ke publik.

Para tersangka mengakui perbuatannya yang telah menganiaya korban tetapi mereka mengakui menganiaya secara ringan.

Mereka juga membantah telah melukai bagian alat kelamin korban.

Salah satu tersangka mengatakan tidak ada penyintasan,penyeretan,menyiram secara bergiliran,membenturkan kepalanya ke aspal apalagi merusak alat kelaminnya.

Sebaliknya,para tersangka mengaku menjadi korban bully dari warganet di media sosial.

Mereka juga mengaku mendapat teror dan ancaman pembunuhan.

“Kalian semua juga harus tahu,di sini juga saya korban karena saya juga dibully,dihina,dicaci maki,diteror,padahal kejadiannya tidak seperti itu.”ungkap seorang tersangka.

Salah satu tersangka juga mengatakan dirinya tidak ada di tempat kejadian pengeroyokan tetapi dituduh sebagai tersangka.

Mereka menjelaskan bahwa tidak ada pengeroyokan seperti yang diberitakan oleh media.

Mereka berkelahi satu lawan satu yang melibatkan 3 orang sementara teman-teman yang lain hanya menyaksikan beberapa juga tidak ada di lokasi kejadian bahkan salah satu diantara mereka ada yang berusaha melerai.

“Jadi kami tidak mengeroyok AU,Kami berkelahi satu lawan satu”kata salah satu pelajar tersebut.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir membenarkan bahwa para tersangka tidak melukai alat kelamin korban.

Hal ini diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan tidak ditemukan luka atau memar di area sensitif korban.

“Fakta yang ada itu menjambak rambut,mendorong sampai terjatuh,memiting,dan melempar sandal,itu ada dilakukan.Tidak ada melukai kelamin.” kata Kapolresta Pontianak,M Anwar Nasir.

Para tersangka mengakui perbuatan yang mereka telah lakukan dan menyesal.

Mereka juga meminta maaf kepada keluarga korban dan korban.

“Kami menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada korban,pihak keluarga dan masyarakat umumnya”ujar seorang tersangka.

Polres Kota Pontianak menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini yakni AR,EC dan LI.

Situs permainan uang asli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.