Berita Nasional

Gunung Agung Murka, Suhu Uap Air Gunung Agung Mencapai 400 Derajat

Gunung Agung Murka – Gunung Agung terlihat mengeluarkan asap yang membumbung setinggi 1,5 kilometer pada pukul 8 malam WITA Asap tersebut berupa Uap Air.

Gunung Agung Murka – Ketika di tanyakan kepada Kepala Bidan Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika. Di pos pengamatan Gunung Api Agung tersebut beliau mengatakan “99 persen asap yang di keluarkan dari gunung agung tersebut adalah uap air” ujarnya Gede kepada IndonesiaViva.

Dari hasil pantauannya uap air tersebut memiliki suhu sekitar 100 derajat celcius. Dan angka tersebut tercatat sebagai angka terendah karena berada di kawah gunung Agung.

Sedangkan untuk suhu air yang berada didalam perut gunung tersebut jauh lebih panas lagi. “mungkin uap yang berada disekitar perut gunung tersebut bisa mencapai 200-400

Gede juga mengatakan bahwa asap yang keluar dari gunung agung tersebut bukannya letusan yang di bicarakan orang. Tetapi lebih tepatnya sebagai aktivitas dari solfatara. “Jadi asap yang keluar dari gunung agung tersebut bukanlah letusan dari Gunung Agung yang pada di kabarkan oleh Wartawan. Jadi ini melupakan aktivitas dari Solfatara” jelas Gede kepada wartawan.

Asap tersebut kemungkinan di sebabkan oleh curah hujan yang cukup banyak di sekitar wilayah gunung agung tersebut selama beberapa hari ini. Air hujan yang masuk ke kawah hingga terjadi pemanasan di dalam perut gunung Agung tersebut membuat terjadinya pemanasan didalam perut Gunung Agung.

“Dari pengamatan kami, kami melihat kemungkinan terjadinya hal tersebut di karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini . ” Ujar Gede memberikan informasi.

Masih Berbahaya

Meskipun sampai sekarang belum ada aktivitas yang mengatakan bahwa gunung Agung akan segera meletus serta asap yang ahnya beruapa uap air. Tetapi warga tetap di larang untuk mendekati gunung tersebut.

“kami masih melarang warga untuk mendekati gunung terebut, karena ini sangat berbahaya. Bau belerang sudah sangat menyegat sangat berbahaya, dari radius 700 meter kearah gunung sudah sangat menyengat.” ujar Gede Suantika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.